Powered by Blogger.

Popular Posts

Labels

Followers

About

Blogger news

Pages

Blogroll

Blogger templates

Friday, 26 August 2011

3 Strategi Mencegah Kanker Payudara


Pada prinsipnya, strategi pencegahan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar, yaitu pencegahan pada lingkungan, pada pejamu, dan milestone. Hampir setiap epidemiolog sepakat bahwa pencegahan yang paling efektif bagi kejadian penyakit tidak menular adalah promosi kesehatan dan deteksi dini. Begitu pula pada kanker payudara, pencegahan yang dilakukan antara lain berupa:

Pencegahan primer
Pencegahan primer pada kanker payudara merupakan salah satu bentuk promosi kesehatan karena dilakukan pada orang yang "sehat" melalui upaya menghindarkan diri dari keterpaparan pada berbagai faktor risiko dan melaksanakan pola hidup sehat. Pencagahan primer ini juga bisa berupa pemeriksaan SADARI (pemeriksaan payudara sendiri) yang dilakukan secara rutin sehingga bisa memperkecil faktor risiko terkena kanker payudara.

Pencegahan sekunder
Pencegahan sekunder dilakukan terhadap individu yang memiliki risiko untuk terkena kanker payudara. Setiap wanita yang normal dan memiliki siklus haid normal merupakan populasi at risk dari kanker payudara. Pencegahan sekunder dilakukan dengan melakukan deteksi dini. Beberapa metode deteksi dini terus mengalami perkembangan. Skrining melalui mammografi diklaim memiliki akurasi 90% dari semua penderita kanker payudara, tetapi keterpaparan terus-menerus pada mammografi pada wanita yang sehat merupakan salah satu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Karena itu, skrining dengan mammografi tetap dapat dilaksanakan dengan beberapa pertimbangan antara lain:
Wanita yang sudah mencapai usia 40 tahun dianjurkan melakukan cancer risk assessement survey.
Pada wanita dengan faktor risiko mendapat rujukan untuk dilakukan mammografi setiap tahun.
Wanita normal mendapat rujukan mammografi setiap 2 tahun sampai mencapai usia 50 tahun.
Foster dan Constanta menemukan bahwa kematian oleh kanker payudara lebih sedikit pada wanita yang melakukan pemeriksaan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) dibandingkan yang tidak. Walaupun sensitivitas SADARI untuk mendeteksi kanker payudara hanya 26%, bila dikombinasikan dengan mammografi maka sensitivitas mendeteksi secara dini menjadi 75%.

Pencegahan tertier
Pencegahan tertier biasanya diarahkan pada individu yang telah positif menderita kanker payudara. Penanganan yang tepat penderita kanker payudara sesuai dengan stadiumnya akan dapat mengurangi kecatatan dan memperpanjang harapan hidup penderita. Pencegahan tertier ini penting untuk meningkatkan kualitas hidup penderita serta mencegah komplikasi penyakit dan meneruskan pengobatan. Tindakan pengobatan dapat berupa operasi walaupun tidak berpengaruh banyak terhadap ketahanan hidup penderita. Bila kanker telah jauh bermetastasis, dilakukan tindakan kemoterapi dengan sitostatika. Pada stadium tertentu, pengobatan yang diberikan hanya berupa simptomatik dan dianjurkan untuk mencari pengobatan alternatif. Source: http://id.wikipedia.org

Waspadalah dengan 7 Penyebab Kanker Payudara!

Menurut Moningkey dan Kodim, penyebab spesifik kanker payudara masih belum diketahui, tetapi terdapat banyak faktor yang diperkirakan mempunyai pengaruh terhadap terjadinya kanker payudara diantaranya:
  1. Faktor reproduksi: Karakteristik reproduktif yang berhubungan dengan risiko terjadinya kanker payudara adalah nuliparitas, menarche pada umur muda, menopause pada umur lebih tua, dan kehamilan pertama pada umur tua. Risiko utama kanker payudara adalah bertambahnya umur. Diperkirakan, periode antara terjadinya haid pertama dengan umur saat kehamilan pertama merupakan window of initiation perkembangan kanker payudara. Secara anatomi dan fungsional, payudara akan mengalami atrofi dengan bertambahnya umur. Kurang dari 25% kanker payudara terjadi pada masa sebelum menopause sehingga diperkirakan awal terjadinya tumor terjadi jauh sebelum terjadinya perubahan klinis.
  2. Penggunaan hormon: Hormon estrogen berhubungan dengan terjadinya kanker payudara. Laporan dari Harvard School of Public Health menyatakan bahwa terdapat peningkatan kanker payudara yang signifikan pada para pengguna terapi estrogen replacement. Suatu metaanalisis menyatakan bahwa walaupun tidak terdapat risiko kanker payudara pada pengguna kontrasepsi oral, wanita yang menggunakan obat ini untuk waktu yang lama mempunyai risiko tinggi untuk mengalami kanker payudara sebelum menopause. Sel-sel yang sensitive terhadap rangsangan hormonal mungkin mengalami perubahan degenerasi jinak atau menjadi ganas.
  3. Penyakit fibrokistik: Pada wanita dengan adenosis, fibroadenoma, dan fibrosis, tidak ada peningkatan risiko terjadinya kanker payudara. Pada hiperplasis dan papiloma, risiko sedikit meningkat 1,5 sampai 2 kali. Sedangkan pada hiperplasia atipik, risiko meningkat hingga 5 kali.
  4. Obesitas: Terdapat hubungan yang positif antara berat badan dan bentuk tubuh dengan kanker payudara pada wanita pasca menopause. Variasi terhadap kekerapan kanker ini di negara-negara Barat dan bukan Barat serta perubahan kekerapan sesudah migrasi menunjukkan bahwa terdapat pengaruh diet terhadap terjadinya keganasan ini.
  5. Konsumsi lemak: Konsumsi lemak diperkirakan sebagai suatu faktor risiko terjadinya kanker payudara. Willet dkk. melakukan studi prospektif selama 8 tahun tentang konsumsi lemak dan serat dalam hubungannya dengan risiko kanker payudara pada wanita umur 34 sampai 59 tahun.
  6. Radiasi: Eksposur dengan radiasi ionisasi selama atau sesudah pubertas meningkatkan terjadinya risiko kanker payudara. Dari beberapa penelitian yang dilakukan disimpulkan bahwa risiko kanker radiasi berhubungan secara linier dengan dosis dan umur saat terjadinya eksposur.
  7. Riwayat keluarga dan faktor genetik: Riwayat keluarga merupakan komponen yang penting dalam riwayat penderita yang akan dilaksanakan skrining untuk kanker payudara. Terdapat peningkatan risiko keganasan pada wanita yang keluarganya menderita kanker payudara. Pada studi genetik ditemukan bahwa kanker payudara berhubungan dengan gen tertentu. Apabila terdapat BRCA 1, yaitu suatu gen kerentanan terhadap kanker payudara, probabilitas untuk terjadi kanker payudara sebesar 60% pada umur 50 tahun dan sebesar 85% pada umur 70 tahun. Faktor Usia sangat berpengaruh -> sekitar 60% kanker payudara terjadi di usia 60 tahun. Resiko terbesar usia 75 tahun. Source: http://id.wikipedia.org

Monday, 22 August 2011

Ini Dia Beberapa Gejala Diabetes Yang Tidak Boleh Dianggap Sepele

Jika Anda memiliki diabetes, Anda mungkin tahu itu dan membuat beberapa penyesuaian yang sesuai di kehidupan sehari-hari. Tetapi beberapa gejala tertentu selalu menjadi alasan untuk mencari nasihat medis segera, apakah itu pergi ke dokter atau rumah sakit.
Sebetulnya, dengan kemampuan untuk tes gula darah sendiri di rumah, kita dapat mengantisipasi atau melakukan pencegahan dini di rumah daripada harus selalu memeriksakan gula darah ke dokter. Ini tidak berarti Anda harus memecahkan masalah tanpa bantuan dokter, tetapi bahwa dengan cara ini Anda mungkin dapat menghemat uang.
Berikut ini adalah beberapa gejala diabetes yang serius yang tidak boleh Anda abaikan:


Sering Kencing, Haus atau Kelaparan yang Ekstrim, dan Pandangan Kabur
Ini adalah tiga tanda peringatan umum dari gula darah yang tidak terkontrol. Dengan gejala-gejala tersebut, Anda harus segera menguji gula darah Anda dan menghubungi dokter. Tergantung pada seberapa tinggi gula darah Anda, pengobatan dini dapat mengatasi masalah, atau Anda mungkin harus mencari perawatan medis untuk menggantikan cairan dan elektrolit dan untuk mendapatkan kembali tingkat gula darah di bawah kendali.
Jika dibiarkan, gula darah yang tinggi dapat menyebabkan masalah serius, bahkan kondisi yang mengancam jiwa. Pasien diabetes Tipe 1 dapat menuju diabetic ketoacidosis, yang terjadi ketika tubuh mulai memecah lemak, bukan gula dan terjadi penumpukan keton berbahaya (produk sampingan dari metabolisme lemak).
Pada pasien diabetes Tipe 2, koma hiperosmolar dapat terjadi. "Ini pada dasarnya diabetes yang tidak terkontrol, yang mengarah ke dehidrasi dan kesadaran yang terganggu dan bisa berakibat fatal jika tidak diobati," kata endokrinologi Adrian Vella, MD, dari Mayo Clinic di Rochester, Minn.


Bertindak Seperti Orang Mabuk
Beberapa perilaku aneh juga bisa menandakan gula darah rendah. Hal ini dapat terjadi ketika obat seseorang bekerja terlalu baik dan melampaui target. Minum jus atau makan camilan biasanya cukup untuk meningkatkan kadar gula dan menormalkan perilaku ganjil ini. Walaupun begitu, pasien diabetes itu sendiri seringkali tidak merasakan ada sesuatu yang salah. Jika tidak ada orang lain di sekitar Anda yang mengingatkan, sehingga Anda mengabaikannya, gula darah Anda mungkin akan tenggelam terlalu rendah dan menyebabkan Anda kehilangan kesadaran.
Kebanyakannya, seiring waktu pasien mungkin akan sembuh sendiri, tetapi jika mereka meminum obat tertentu, perawatan medis darurat mungkin diperlukan. Jika itu pil yang beraksi lama yang dapat menyebabkan hipoglikemia, seperti sulfonylurea drugs chlorpropamide, glyburide, atau glimepiride, atau insulin yang beraksi lama yang dapat menyebabkan hipoglikemia, maka pasien mungkin perlu pergi ke gawat darurat.


Infeksi, Gusi bengkak atau berdarah, Luka Kaki
Apakah Anda melihat bagian yang terinfeksi, gusi bengkak atau berdarah, atau luka yang tidak kunjung sembuh? Jika Anda mengalami luka di kaki, ada kemungkinan ini merupakan tanda pertama dari ulkus kaki diabetik.
Semua pasien diabetes harus memeriksakan kaki secara teratur dengan perawatan kesehatan profesional - dan memeriksa kaki mereka sendiri sehari-hari - bahkan meskipun luka tidak nampak. Dan ingat untuk merendam kaki Anda sehari-hari dalam air hangat (tapi tidak panas), diikuti dengan memakai pelembab, untuk mencegah kulit kering, yang dapat retak dan menyebabkan infeksi. Infeksi pada penderita diabetes perlu ditangani secara serius. Infeksi jamur lebih sering terjadi pada pasien diabetes. Infeksi jamur kulit lebih mungkin terjadi ketika gula darah Anda secara konsisten di atas angka ajaib, sekitar 180-200 [mg/dL]. Itu karena hiperglikemia sendiri mengganggu kemampuan sel darah putih untuk merespon infeksi tersebut.
Ruam, merah gatal - terutama di daerah lembab seperti lipatan kulit - dapat menjadi sinyal infeksi jamur.


Mata Bermasalah, Termasuk "Pandangan Mengambang"
Jika Anda mengalami perubahan mendadak dalam pandangan mata, mengalami sakit mata, atau melihat bintik-bintik atau mengambang dalam bidang visi Anda, segera hubungi dokter. Anda mungkin perlu memeriksakan ke dokter mata. Orang dengan diabetes memiliki peningkatan risiko kondisi mata yang disebut retinopati, yang dapat menyebabkan kehilangan penglihatan.
Bahkan tanpa gejala mata, pasien diabetes harus memeriksakan diri ke dokter mata, tahunan secara rutin.


Mengalami Gejala Penyakit Jantung - dan Bukan Sekedar Nyeri Dada
Pasien diabetes juga memiliki peningkatan risiko penyakit kardiovaskular (jantung) dan dua kali tingkat kejadian darurat dari orang normal, seperti serangan jantung dan stroke. Jadi jika Anda mendapatkan gejala-gejala yang menyerupai  penyakit jantung, segera periksakan ke dokter. Dan perlu diingat bahwa gejala jantung tidak selalu dapat diprediksi. Kadang-kadang terasa sakit di bagian bahu, kadang-kadang hadir seperti mual. Ini juga mungkin pertanda penyakit jantung yang tidak memiliki gejala yang jelas, jadi pastikan Anda memeriksakan ke dokter secara teratur.

Gejala ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder)

Ada tiga kategori yang berbeda dari gejala ADHD: kurangnya perhatian (kelalaian), hiperaktif, impulsif. 
Kelalaian mungkin tidak menjadi jelas sampai anak memasuki lingkungan sekolah yang menantang. Pada orang dewasa, gejala kurangnya perhatian mungkin terwujud dalam pekerjaan atau dalam situasi sosial. 

Seseorang dengan ADHD mungkin memiliki beberapa atau semua gejala berikut: 

  1. kesulitan memperhatikan rincian dan kecenderungan untuk membuat kesalahan ceroboh di sekolah atau kegiatan lain; menghasilkan kerja yang sering berantakan dan ceroboh 
  2. mudah terganggu oleh rangsangan yang tidak relevan dan sering mengganggu tugas-tugas yang sedang berlangsung, baik karena suara atau kejadian sepele yang biasanya diabaikan oleh orang lain 
  3. ketidakmampuan untuk mempertahankan perhatian pada tugas-tugas atau kegiatan 
  4. kesulitan menyelesaikan pekerjaan sekolah atau melakukan tugas-tugas yang membutuhkan konsentrasi 
  5. sering bergeser dari satu kegiatan yang belum selesai  
  6. suka menunda-nunda  
  7. kebiasaan kerja yang tidak teratur 
  8. pelupa dalam kegiatan sehari-hari (misalnya, lupa janji, lupa membawa makan siang) 
  9. kegagalan untuk menyelesaikan tugas-tugas seperti pekerjaan rumah atau tugas-tugas lain 
  10. sering beralih topik dalam percakapan, tidak mendengarkan orang lain, tidak menjaga pikiran seseorang pada percakapan, dan tidak mengikuti rincian atau aturan kegiatan dalam situasi sosial 
Gejala hiperaktif mungkin tidak terlihat pada balita yang sangat muda dan hampir selalu hadir sebelum usia tujuh tahun. Gejala meliputi: 
  1. gelisah, sering menggeliat saat duduk 
  2. bangun sering untuk berjalan atau berlari di sekitar 
  3. berjalan atau memanjat berlebihan padahal itu tidak pantas (pada remaja, ini mungkin muncul sebagai kegelisahan) 
  4. mengalami kesulitan bermain dengan tenang atau terlibat dalam kegiatan rekreasi yang tenang 
  5. sering berbicara berlebihan 
Hiperaktif dapat bervariasi dengan usia dan tahap perkembangan.

Balita dan anak prasekolah dengan ADHD cenderung terus bergerak, melompat pada furnitur, dan mengalami kesulitan berpartisipasi dalam kegiatan kelompok. Misalnya, mereka mungkin mengalami kesulitan mendengarkan cerita.
Anak usia sekolah menampilkan perilaku yang sama tetapi dengan frekuensi yang kurang. Mereka tidak dapat tetap duduk, 
banyak menggeliat, gelisah, atau berbicara berlebihan. 

Pada remaja dan dewasa, hiperaktivitas dapat berbentuk sebagai perasaan gelisah dan kesulitan terlibat dalam kegiatan yang menetap dan tenang.
Gejala impulsif termasuk:

  1. ketidaksabaran 
  2. kesulitan menunda tanggapan 
  3. melontarkan jawaban sebelum pertanyaan telah selesai 
  4. kesulitan menunggu giliran seseorang 
  5. sering mengganggu orang lain yang menyebabkan masalah dalam kehidupan sosial atau tempat kerja 
  6. memulai percakapan pada waktu yang tidak tepat 
Impulsif dapat menyebabkan kecelakaan seperti menabrak obyek atau menabrak orang. Anak-anak dengan ADHD juga dapat terlibat dalam kegiatan yang berpotensi berbahaya tanpa mempertimbangkan konsekuensinya. Misalnya, mereka naik ke atas genting.
Banyak dari gejala ini terjadi dari waktu ke waktu pada anak-anak normal. Namun, pada anak-anak dengan ADHD hal ini sering terjadi - di rumah dan di sekolah atau ketika mengunjungi teman-teman. Hal ini juga mengganggu kemampuan anak untuk berfungsi secara normal.
ADHD didiagnosis setelah anak secara konsisten menampilkan beberapa atau semua perilaku di atas setidaknya dalam dua situasi: seperti di rumah dan di sekolah, setidaknya selama enam bulan.